Museum Transportasi, TMII

Libur panjang ini kami mulai dengan mengunjungi museum transportasi di TMII. Sampai di sana jam 8.30, museum masih belum buka, tapi langsung dapet parkir di depan museum, hehehe… Melihat dari luar, kami ‘excited’, ngebayangin naik kereta muterin museum, masuk terowongan, asik dong.

Display pertama yang kami lihat adalah pesawat Garuda Indonesia dan    helikopter SAR. Senang sekali berada dibawah pesawat, tetapi setelah menaiki tangga yang ada, kami kecewa karena pintu pesawat dikunci😦

Di seberang, ada koleksi kereta api presiden. Ada gerbong yang kami bisa masuk, tapi hanya sedikit dan hampir tidak ada isinya. Setelah puas foto-foto dan naik sepur yang kesukaan Danen, kami menuju gedung museum.

Sebelumnya, kami harus melintasi rel kereta api, dan tidak jauh ada kereta api parkir. Tentu saja Danen harus menghampirinya dulu. Ternyata ada ‘stasiun’ kereta api, lengkap dengan loket karcis, kursi untuk menunggu kereta, musholla, kamar mandi yang masih lumayan bagus…. tapi keretanya gak lewat-lewat. Ngobrol sama ibu penjual minuman, kami baru tau kalau keretanya sudah tidak jalan lagi. Sudah lebih dari 4 tahun katanya. Stasiun kini hanya jadi tempat istirahat orang-orang yang berkerja atau mencari nafkah di museum ini.

Puas melihat-lihat koleksi sepur (sambil mengelus dada, seandainya kereta api keliling masih berfungsi), eksplorasi dilanjutkan ke bagian dalam gedung museum. Arsitektur gedung cukup menyenangkan di hari yang terik, gedung tanpa AC ini cukup nyaman, walaupun ada bagian-bagian dimana tiang dan langit-langit cukup rendah (untung juga aku agak kurang tinggi, hehehhe). Ruang pamer terasa lenggang, semestinya gedung sebesar ini bisa menampung lebih banyak koleksi.

Gedung ini ‘mestinya’ dikelilingi oleh air, dan pengunjung dapat merasakan naik kapal. Sekarang, melihat kondisi kapal dari jauh saja, gak mau deh mendekat, takut nginjek yang karatan. Membayangkan biaya perawatan museum sebesar ini, pastilah butuh biaya buessarrr… Tiket masuk yang hanya Rp 3.000-‘ per orang, cukup mencerminkan kondisinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s